Sabtu, 22 Maret 2014

Toko 9 - Menyediakan Bahan Kue - Kebutuhan Kuliner - Teknologi Pangan

TOKO 9: Sediakan Bahan Bahan Pembuat Sosis Berkualitas Tinggi

Toko 9
Sby  PIN BB: 2A320EE6.
SMS & WA; 0818236789

          TAK SEMUA  pengunjung tahu. Kampus MATOA (Majapahit Tourism Academy) yang bertengger mewah di Jalan Jemursari 244 , terdapat stan yang menjadi urat nadi perguruan tinggi kulineri, tour & travel dan perhotelan itu. Ruangannya tidak mencolok, tak semewah café dan ruang lobi. Cukup sederhana dan menepi di sudut kanan bawah tangga yang diapit meja fron office. Dialah TOKO 9 !
Toko 9
Sby  PIN BB: 2A320EE6.
SMS & WA; 0818236789

          Toko inilah yang menyajikan perlengkapan masak-memasak yang diperlukan semua mahasiswa MATOA. “Bahan masakan apa saja tersedia di sini,” aku  Yeremia Soebandi, Kepala Purchasing & Store TOKO 9. Mulai bahan dasar membuat kue dan masakan dari lokalan sampai impor. Khusus barangan luar, MATOA mendatangkan bahan dari Thailand, Cina, Korea dan Jepang.
 
           Sehingga para mahasiswa MATOA yang setiap hari praktik memasak tidak perlu harus berbelanja di luar. Juga tidak perlu harus membontot dari rumah atau kos-kosan masing-masing. Mereka cukup masuk ruang praktik atau laboratorium dan siap praktik. Baik untuk kulineri maupun pastry. Begitu pula para ibu-ibu yang mengikuti pelatihan harian di kampus ini. Tak perlu pusing mau belanja kemana?

          Pelayanannya juga tidak perlu eteng-eteng tas kresek dan sebagainya. Semua bahan pembuat kue dan masakan tersedia dengan lengkapnya. “Di TOKO 9, bahan-bahan food grade: mulai bumbu, tepung, bahan airminum dalam kemasan, bahan pelatihan sosis, tahu, pembuatan saus, minuman wine, hingga pembuatan permen jally, tidak akan kehabisan stok,” tegas Yeremia.


Yeremia

          Toko ini, menurut dia, juga tidak hanya melayani orang dalam. Alias mahasiswa yang sedang praktikum. Tapi masyarakat umum juga dilayani. Cuma yang paling sering belanja di TOKO 9, lebih banyak alumni MATOA. “Masyarakat umum tidak terlalu banyak. Padahal kami membuka pintu untuk mereka yang mau belanja di sini,” kata pria berkacama minus ini.

          Apa karena harganya lebih mahal dari harga pasar? Yeremia menampiknya. Harga yang dibandrol  di TOKO 9 memiliki standarisasi yang sama dengan harga di luaran. “Tapi barang yang kita jual jauh lebih bekualitas. Kami menyediakan barang yang fresh dang top quality,” ujarnya.

Toko 9
Sby  PIN BB: 2A320EE6.
SMS & WA; 0818236789

          Dari sekian bahan kue dan makanan yang laris manis dibeli orang luar adalah bahan sosis. “Kami menyediakan pengenyal sosis yang bukan berbahan borak. Bahan pangan yang masuk dalam food grade mulai dari aroma smoke oil, casing sosis, pengenyal, marinate sosisnya ada kita jual,” jelasnya. Bahkan, khusus untuk kaum vegetarian, juga tersedia bahan-bahan makanan pengganti daging dengan soya protein, yang beraroma kedelai dengan ISP (special).

          Begitu pula kebutuhan pengusaha café dan home industry, katanya tak ada yang kecewa setelah belanja di TOKO 9. Malah toko ini sering sekali mengirim pesanan di seluruh Indonesia dengan nilai paket 100 sampai 200 kg. Sedangkan pemesan dalam kota biasanya meminta kiriman 50 sampai 100 kg. “Jadi kami siap mengantar kemana saja,” aku Yeremia yang dibantu empat orang tenaga ini.

Toko 9
Sby  PIN BB: 2A320EE6.
SMS & WA; 0818236789

          Toko yang hanya dihiasi dua daun pintu kaca dan bertuliskan Purchasing & Store di sebelah kiri pintu ini, membuka usahanya mulai jam kerja. “Kami buka jam 08.00 pagi sampai jam enam sore. Hari sabtu buka sampai jam tiga sore. Kecuali ada janji sebelumnya kami buka lewat dari jadwal,” jelas Yeremia sembari menyebut omzet dagangannya bisa mencapai Rp 75-100 juta perbulan.

          Untuk informasi lebih lengkapnya, Yeremia menyebut pembeli bisa melihat email addresnya di www.food-ingredient.blogspot.com(amu)


Bumbu Marinate

Bumbu Marinate Hot
Serbuk Bumbu Marinate siap pakai  dengan komposisi rempah rempah & campuran bumbu lengkap (garam, gula, penyedap, merica hitam, cabe bubuk, garlic powder, dll).
Bumbu Marinate untuk merendam/marinating daging ayam, sayap, ikan, udang, yang akan digoreng dengan menggunakan tepung fried chicken. Bisa juga dipakai untuk membumbui sayuran, misalnya jamur, terong, tempe, tahu, sebelum digoreng dengan lapisan tepung fried chicken.

Setelah dibumbui dengan bumbu marinate, sebaiknya daging atau sayuran disimpan dalam kulkas 1-2jam, agar bumbu meresap, Sebelum digoreng denagn lapisan tepung Bumbu.

Tersedia dalam kemasan:
25 gram, 200 gram, 500gram
1kg, 5kg, & 25kg

Harga bisa berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Tersedia di:
T0ko 9
PIN BB: 2A320EE6.
SMS & WA; 0818236789
Jln Raya Jemursari 244
Telp; 031-8480821-22 Fax 031-8432050
Email: tristarkuliner@yahoo.co.id
www.tristarculinaryinstitute.com
Surabaya

Kamis, 11 November 2010

Belajar Mengolah Daging Unggas
Di Dapur Tristar Culinary Institute





Ingin jadi chef/koki handal? Pahami dulu sifat bahan yang Anda masak. Dalam kelas kuliner kali ini, Selasa (09/11), sebanyak 25 mahasiswa, diajarkan bagaimana mengenal komposisi daging unggas. Pengetahuan ini menjadi penting, karena berhubungan dengan pemilihan bagian daging hewan yang nanti disesuaikan dengan metode memasaknya.





Ensalada de Nacho



Chef Yanuar Kadaryanto, selaku pengajar mengatakan, pada dasarnya daging dibedakan karakternya menjadi dua, yakni daging dengan karakter alot dan daging dengan karaktor empuk. Dua karakter daging ini berhubungan dengan jaringan pengikat yang ada dalam daging. Semakin banyak jumlah jaringan pengikat pada daging hewan, maka pasti karakter dagingnya lebih alot. Daging-daging dengan karakter ini, biasanya ditemui pada bagian tubuh hewan yang banyak bergerak/pada hewan tua.

Berbeda karakter, tentu berbeda dalam perlakuannya. Untuk daging dengan karakter alot, Chef Yanuar mengatakan, harus dimasak dalam waktu lama dengan api kecil, dan menggunakan cairan. Karena itu, daging dengan karakter ini lebih cocok diperuntukkan bagi masakan-masakan berkuah, seperti rawon atau sup. Sedangkan untuk daging dengan karakter empuk, lebih cocok dimasak untuk jenis masakan kering, seperti sate atau steak.

Lebih lanjut, Chef Yanuar menjelaskan, ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengolah daging menjadi empuk, yakni berdasarkan metode memasak (seperti dijelaskan sebelumnya), secara mekanik, dan secara kimiawi. Cara mekanik adalah dengan memotong daging menjadi bagian-bagian kecil, agar daging cepat masak dan empuk. Sedangkan secara kimiawi, dapat ditambahkan enzim pada daging sebelum diolah, atau dengan disuntikkan pada hewan, sebelum dipotong. Enzim ini secara alami dapat diperoleh dari ekstrak daun pepaya, yang disebut enzim papain.


Mandiri : Mahasiswa Tristar menyiapkan
media memasaknya



Para mahasiswa mencicipi hasil masakannya

Selain mendapatkan penjelasan mengenai cara mengolah daging unggas, para mahasiswa yang telah dipecah kedalam 4 kelompok, juga diajak untuk mempraktikkan langsung ilmu yang didapat. Ada 4 menu yang wajib diolah kali ini, diantaranya Ensalada de Nacho (salad buah), Grilled Tuna w/Pineapple Sc (tuna panggang dengan potongan nanas), Stir Fry Pork and Pear, dan Pastel de Pasa y Nuez (sejenis cake).

Meski terbagi dalam kelompok-kelompok kecil, para mahasiswa masih dapat saling belajar dari kelompok lainnya. Selain itu, mereka juga dapat mencicipi sendiri masakan yang telah dibuat, sehingga bisa sekaligus mencermati rasa makanan. Para mahasiswa juga nampaknya telah cukup lihai soal penataan makanan. Tengoklah makanan-makanan dengan gaya cantik yang disajikan berikut ini.fil



Ensalada de Nacho


Grilled Tuna w/Pineapple Sc


Pastel de Pasa y Nuez


Stir Fry Pork and Pear

Selasa, 09 November 2010

Kuliah Sambil Kerja dibidang Kuliner - Tristar Culinary & Hotel Academy


MENAMBAH ILMU SEPUTAR KULINER DENGAN KULIAH SAMBIL BEKERJA

           Sebagai lembaga pendidikan kuliner, Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya ini memang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Hal ini dikarenakan Tristar Culinary Institute mempunyai tujuan agar kemampuan para mahasiswa nantinya mampu bersaing di dunia kerja. Tampaknya hal ini sudah bisa terwujud dengan diterimanya seorang mahasiswa yang masih aktif kuliah di Tristar Culinary Institute untuk bekerja di salah satu resto ternama di Surabaya, Bon Ami steakhouse sebagai salah satu cook. Mahasiswa yang bernama David Lewi ini pun tak ragu untuk menerima pekerjaan tersebut walaupun statusnya sekarang masih sebagai mahasiswa.Meskipun kedua aktifitas ini cukup menyita waktunya, David mengaku bisa menikmatinya. Ketika ditanya soal tips dan caranya membagi waktu, David pun segera membeberkan rahasianya. “Buat saya kuliah sambil kerja sampai saat ini masih oke-oke aja. Karena jadwal kuliah kan pagi hari sedangkan kerja biasanya shift sore. Jadi kedua aktifitas ini tidak saling mengganggu”ujarnya. Tak hanya masalah pembagian waktu, masalah padatnya aktifitas seperti ini mungkin bagi sebagian orang cukup melelahkan. Namun hal ini juga bukan masalah yang besar bagi David karena ini merupakan kesempatan bagi David untuk mendapatkan pengetahuan lebih dalam bidang kuliner yang sekarang sedang ia geluti. David merasa dengan kuliah sambil bekerja ternyata sangat menguntungkan dirinya.


             Karena pengetahuan yang ia dapatkan di perkuliahan bisa juga ia terapkan di tempat kerja dan juga sebaliknya. Dengan demikian, ketrampilan dan pengetahuan di bidang kuliner terutama seputar teknik pengolahan makanan semakin terampil dan terasah setiap harinya. Mahasiswa DI jurusan culinary ini juga merasa mengambil keputusan yang tepat untuk menempuh jenjang pendidikan kuliner di Tristar Culinary Institute. Hal ini dikarenakan baru 3 bulan kuliah di Tristar Culinary Institute dirinya segera bisa mendapatkan pekerjaan. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute sudah layak dan patut dipertimbangkan untuk dapat berkarya juga bersaing dalam usaha kuliner. David yang sudah menjalani aktifitas kuliah sambil bekerja selama 6 bulan terakhir ini juga mempunyai obsesi bahwa suatu saat dirinya ingin membuka usaha kuliner sendiri seperti cafe atau resto. Dengan tujuan agar dirinya lebih bebas berkreasi dan terus menciptakan karya-karya dalam bidang kuliner. /nv
            
           

Sabtu, 06 November 2010

Kuliah Patiseri @ Tristar: Lebih Dekat Dengan si Chocolate Candy


Dapur Tristar Culinary Institute

Cokelat. Hmm...mendengar nama makanan yang satu ini, pasti terbayang di benak Anda seketika tentang rasa legit dan manis. Cokelat memang makanan segala usia. Tidak hanya anak-anak, orangtua pun sama tergiurnya. Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan, dengan bentuk, corak, dan rasa yang menarik. Bahkan sering pula digunakan sebagai bentuk pernyataan cinta.

Pada dasarnya, cokelat memiliki karakter ’supel’, alias bisa cocok dengan banyak bahan makanan lainnya. Tak heran, si hitam manis ini kerap digunakan sebagai pelapis (cover), penghias, atau campuran makanan.

Kali ini, Kamis (04/11), Tristar Culinary Institute mengajak para siswanya mengenal lebih dekat varian cokelat praline. Cokelat ini sering kita jumpai di toko-toko permen atau kue manis, dengan bentuk dan warna yang beragam. Oleh karena itu oleh beberapa orang, cokelat praline sering juga disebut sebagai cokelat candy (permen).


Para siswa didampingi Chef Otje 
mempersiapkan isian cokelat praline

Sebanyak 16 siswa dibagi dalam 4 kelompok, setelah sebelumnya diberi pembekalan teori selama 1 jam. Masing-masing kelompok diberi tugas mempraktekkan secara langsung proses pembuatan cokelat praline beraneka isi, diantaranya Gaby Praline, Valencia Praline, Whisky Praline, dan Gavroche Praline.


Keceriaan siswa sembari
menuang cokelat cair dalam cetakan

Bersama rekan-rekan satu tim, para siswa belajar bagaimana tahap-tahap membuat cokelat praline, mulai dari proses pelelehan cokelat, mencetak kulit, menyiapkan isi, mengisi cokelat, menutup, dan menyajikan.


Bersiap mengisi kulit cokelat praline

Untuk membuat cokelat praline yang lezat, Chef Otje Herman, selaku pengajar Tristar Culinary Institute, punya beberapa tips. Pertama adalah menggunakan jenis cokelat compound. Masalah merk yang digunakan, dapat menyesuaikan selera atau kebiasaan. “Karakter cokelat itu unik, dan setiap pabrik sudah menyertakan bagaimana cara mengolahnya. Hal ini perlu dipahami untuk mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya.

Tips kedua adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan media pencetakan, agar tampilan cokelat tetap baik. Peralatan mencetak harus bersih dan kering, jauh dari air atau minyak. Chef Otje juga menyarankan penggunaan cetakan berbahan metal atau akrelin untuk mendapatkan cokelat yang bercahaya.



Gaby Praline

Gavroche Praline



Sedangkan tips yang ketiga, menyangkut cara pengolahan cokelat. Cokelat praline sesungguhnya tidak menggunakan bahan campuran apa pun. Tidak diperlukan campuran susu, mentega, maupun gula pada proses pelelehan dan pencetakan cokelat praline.

Whisky Praline (kiri) dan Valencia Praline (kanan)

”Cokelat tidak boleh dicampur apa pun, karena bisa mengubah tekstur dan tingkat kekerasan,” kata Chef Otje. Sebagai gantinya, untuk memperoleh rasa yang beragam, dapat ditambahkan isi pada cokelat praline. Dalam proses mengisi pun, kondisi kulit cokelat praline harus sudah benar-benar keras, dan untuk bahan isian cair seperti alkohol, terlebih dahulu wajib dibekukan sebelum diisikan.fil


Sekolah Tataboga - Pendidikan Patiseri - Akademi Perhotelan - Kuliah Kuliner - Cooking School - Culinary Academy - Chef Education - Hotel Academy

Jumat, 05 November 2010

Kuliah Manajemen Restoran & Hotel : Cost Control

MANFAAT PERKULIAHAN COST CONTROL BAGI MAHASISWA TRISTAR CULINARY INSTITUTE

          Perkuliahan dengan sistem praktik setiap hari memang sudah menjadi ciri khas dari perkuliahan di Tristar Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari no.234 Surabaya. Namun bukan berarti materi berupa teori tidak diberikan kepada para mahasiswa. Sistem praktik setiap hari memang ditujukan agar para mahasiswa terampil dalam mengolah makanan tapi teori pun sangat penting untuk diberikan. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa lulusan Tristar Culinary Institute selain terampil juga mempunyai pengetahuan lebih dalam bidang kuliner. Tentu hal ini akan menjadi suatu nilai plus bagi mahasiswa Tristar Culinary Institute.Salah satu perkuliahan teori yang perlu untuk diikuti para mahasiswa adalah mata kuliah Cost Control atau Pengendalian Harga. Perkuliahan kali ini diajarkan oleh Hedy Wahidin, SH.MBA.MsiPar mulai pukul 08.00 WIB. 



          Sedikitnya 20 orang mahasiswa dari jurusan culinary dan pastry mengikuti jalannya perkuliahan ini. Perkuliahan Cost Control yang dilaksanakan pada hari Selasa (07/09) kali ini diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui dan untuk mendapat value.Dengan tujuan tersebut, tentu perkuliahan ini sangat penting diikuti oleh para mahasiswa. Selain itu pengetahuan seputar pengendalian harga akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa saat mereka nantinya mempunyai usaha sendiri. Karena setiap usaha tentu tak bisa lepas dengan pengendalian harga. Materi perkuliahan cost control ini membahas seputar pengendalian harga apapun yang disebabkan oleh apapun. Dalam perkuliahan cost control ini para mahasiswa juga diberikan contoh cara menghitung sebuah harga jual produk.

       
          Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang diproduksi”ujar Hedy menerangkan.Materi perkuliahan disampaikan dengan sangat jelas dan menarik oleh Hedy, sehingga para mahasiswa tak bosan mengikuti jalannya perkuliahan ini. Mahasiswa mangaku senang mengikuti perkuliahan cost control ini mengingat manfaat pengetahuan ini bagi mereka kelak./nv

Belajar Masak American Food - Sekolah Masak - Tristar Culinary Institute

Dapur Tristar Culinary Institute

Di Tristar Culinary Institute, masakan Amerika (American Food) merupakan salah satu varian kuliner dunia, yang wajib dikuasai para siswa. Selain masakan Amerika, masih ada empat varian kuliner dunia yang juga mesti dipelajari, seperti masakan Indonesia, masakan Asia, masakan Eropa, dan masakan Cina. Kamis (04/11), para siswa diajak belajar bagaimana menyajikan menu kuliner yang ramah di lidah penduduk negeri Paman Sam itu.

Serunya membuat bola-bola William Potatoe

Sebanyak 25 siswa, dalam praktiknya dipecah menjadi 5 kelompok. Setelah sebelumnya mendapat pembekalan materi, masing-masing kelompok mencoba satu resep masakan Amerika, mencakup appetizer (pembuka), sup, dan makanan utama. Namun tidak menutup kemungkinan, para calon jago masak ini juga bisa belajar dari resep yang dikerjakan kelompok lain. Kali ini resep yang coba dipraktikkan adalah Baked Mustard Chicken, William Potatoe, Burrito, Chile Rellenos, dan Spinach n Shrimp Soup.

Mengolah masakan Amerika dengan cara tradisional

Mempersiapkan Baked Mustard Chicken

Memasak American Food, memang jauh berbeda dari memasak Asian Food, atau Indonesian Food, namun tidak jauh berbeda dari cita rasa masakan Eropa. Perbedaan mencolok ada pada bumbu yang digunakan. Menurut Chef Yanuar Kadaryanto, selaku pengajar di kelas kuliner kali ini, American Food lebih anti terhadap penggunaan bumbu-bumbu rempah, yang seringkali jadi ciri khas masakan Indonesia.

“Bahkan kalau boleh saya bilang, American Food cenderung hambar. Mereka tidak terlalu suka rasa asin atau manis,” terangnya. Alhasil, penduduk negara liberal ini lebih suka memodifikasi masakannya dengan sejumlah tumbuhan rempah lokal, seperti bayleaf, parsley, dan oregano.

Spinach n Shrimp Soup


Chile Rellenos

Meski tidak ‘nendang’ dari segi bumbu, masakan Amerika ternyata nomor satu dalam hal penggunaan bahan baku masakan. Orang Amerika tidak sembarangan memproses dan mengonsumsi daging. Daging untuk dimakan haruslah berasal dari hewan yang sudah dinyatakan layak untuk dipotong, ditandai dengan pemberian stempel pada tubuhnya.

Selain itu, sejak masa pemeliharaan, hewan ternak tidak dibiarkan terlalu banyak bergerak, supaya tubuhnya tidak berotot dan dagingnya mengeras. Hal ini karena penduduk Amerika, mayoritas menyukai taste lembut dan empuk dari daging yang dimakan.

Burrito


American Food : Tak Perlu Kaya Bumbu, Bahan Baku Nomor Satu

Chef Yanuar menjelaskan, daging yang baru disembelih tidak boleh langsung diolah sebagai bahan konsumsi. Setelah isi perutnya dibersihkan, daging harus digantung selama 3-4 hari di ruangan dengan suhu terkontrol.

“Ini dilakukan agar daging melewati masa rigor mortis (kaku mayat). Setelah melewati masa itu, daging akan kembali empuk,” imbuh Chef Yanuar berbagi tips.fil